8  Soal 11–20

Soal 11–15 ranah spektroskopi & biopolimer — ini topik “hafalan pola”, cepat dapat poin. Soal 16–19 hitungan kesetimbangan/stoikiometri. Coba dulu, baru buka.


8.1 Soal 11 — Bukan monomer biopolimer

Soal 11 asli

Berikut monomer biopolimer, kecuali

Biopolimer = polimer alami yang tersusun dari monomer berulang yang berikatan kovalen. Cek tiap pilihan:

Pilihan Monomer dari biopolimer apa?
A. Asam amino protein
B. Glukosa pati/selulosa
D. Nukleotida asam nukleat (DNA/RNA)
E. Isoprena karet alam (poliisoprena)
C. Asam palmitat — penyusun lemak, bukan polimer

Asam palmitat adalah asam lemak. Lemak/lipid memang biomolekul, tetapi bukan biopolimer: ia tidak terbentuk dari rantai monomer berulang yang berikatan kovalen, melainkan dari gliserol + asam lemak (jumlahnya terbatas). Jadi asam palmitat bukan monomer biopolimer.

Jawaban: C.


8.2 Soal 12 — Tidak memberikan sinyal singlet ¹H-NMR

Soal 12 asli

Singlet muncul bila proton tidak punya tetangga H pada karbon di sebelahnya (aturan \(n+1\), lihat R-¹H-NMR). Cari molekul yang semua sinyalnya terpecah (tidak ada satu pun singlet).

Sebuah proton muncul sebagai singlet kalau karbon di sebelahnya tidak punya H (aturan \(n+1\): \(n=0\) tetangga → \(0+1=1\) puncak). Jadi kita cari molekul yang setiap gugus H-nya punya tetangga H, sehingga tak ada satu pun singlet.

Periksa tiap pilihan:

Senyawa Apakah ada gugus H tanpa tetangga H?
A. Etana \(\ce{CH3CH3}\) Semua 6 H setara → 1 singlet
B. Dietil eter \(\ce{(CH3CH2)2O}\) \(\ce{CH3}\) bertetangga \(\ce{CH2}\), dan \(\ce{CH2}\) bertetangga \(\ce{CH3}\)tak ada singlet
C. Dimetil eter \(\ce{(CH3)2O}\) Tetangga \(\ce{CH3}\) adalah O (tanpa H) → singlet
D. Aseton \(\ce{(CH3)2CO}\) Tetangga \(\ce{CH3}\) adalah C=O (tanpa H) → singlet
E. Etil asetat \(\ce{CH3COOCH2CH3}\) Gugus asetil \(\ce{CH3CO-}\) bertetangga C=O → singlet

Hanya dietil eter yang kedua gugusnya (\(\ce{CH3}\) dan \(\ce{CH2}\)) saling berkopling, sehingga muncul sebagai triplet dan kuartet — tidak ada singlet sama sekali.

Jawaban: B (dietil eter).


8.3 Soal 13 — Inti yang tidak ber-NMR

Soal 13 asli Soal 13 asli

Sebuah inti hanya bisa memberi sinyal NMR kalau spin intinya tidak nol (\(I \neq 0\)). Spin nol berarti inti “tidak terlihat” oleh medan magnet NMR.

Aturan cepat: kalau jumlah proton dan jumlah neutron sama-sama genap, spinnya \(I = 0\).

Cek tiap pilihan:

Inti proton neutron spin
\(\ce{^1H}\) 1 (ganjil) 0 \(\tfrac12\)
\(\ce{^{12}C}\) 6 (genap) 6 (genap) \(0\)
\(\ce{^{13}C}\) 6 7 (ganjil) \(\tfrac12\)
\(\ce{^{19}F}\) 9 (ganjil) 10 \(\tfrac12\)
\(\ce{^{31}P}\) 15 (ganjil) 16 \(\tfrac12\)

\(\ce{^{12}C}\) punya proton genap dan neutron genap, jadi spinnya \(0\) dan tidak memberi sinyal NMR. Inilah sebabnya NMR karbon memakai isotop \(\ce{^{13}C}\), bukan \(\ce{^{12}C}\).

Jawaban: B.


8.4 Soal 14 — Transisi pada serapan UV-Vis

Soal 14 asli

Setiap daerah spektrum cahaya membawa energi berbeda, dan energi itu menentukan “gerakan” apa yang bisa diubah dalam molekul:

Daerah cahaya Energi Jenis transisi
Gelombang mikro kecil rotasi molekul
Inframerah (IR) sedang vibrasi ikatan
UV–tampak (visibel) besar elektronik

Cahaya UV dan tampak punya energi paling besar dari ketiga daerah ini — cukup untuk mengeksitasi elektron dari orbital berenergi rendah ke orbital berenergi lebih tinggi (misalnya \(\pi \rightarrow \pi^*\)). Inilah yang disebut transisi elektronik.

Translasi (pilihan D) dan hamburan (E) bukan transisi tingkat energi seperti yang dimaksud. Lihat R-UV-Vis.

Jawaban: C.


8.5 Soal 15 — IR produk esterifikasi

Soal 15 asli

Reaksinya: \(\ce{CH3COOH + C2H5OH -> CH3COOC2H5 + H2O}\) (produknya etil asetat, sebuah ester).

Cek tiap pernyataan lewat dua serapan kunci pada spektrum IR (R-IR):

  • i — reaksi berhasil → benar. Ada serapan kuat dan tajam \(\ce{C=O}\) di sekitar \(1700\text{–}1740\ \text{cm}^{-1}\) (lembah dalam di tengah grafik). Gugus karbonil ini adalah ciri ester, jadi produk benar-benar terbentuk.
  • ii — reaksi tidak berhasil → salah (bertentangan dengan i).
  • iii — puncak lebar di ~\(3000\ \text{cm}^{-1}\) dari gugus \(\ce{-OH}\) → benar. Serapan melebar di daerah \(3000\text{–}3500\ \text{cm}^{-1}\) memang khas regangan \(\ce{O-H}\) (di sini dari sisa asam asetat/etanol yang belum bereaksi). Bentuk lebar inilah penanda \(\ce{O-H}\), bukan \(\ce{C-H}\) yang tajam.

Jadi yang benar adalah i dan iii.

Jawaban: D.


8.6 Soal 16 — Melarutkan AgCl dengan HCN

Soal 16 asli

\(\ce{Ag(CN)2-}\) punya \(K_f = 9{,}8\times10^{21}\); \(K_{sp}\,\ce{AgCl}=1{,}8\times10^{-10}\); \(K_a\,\ce{HCN}=6{,}2\times10^{-10}\). Berapa mol HCN untuk melarutkan AgCl dalam 1,00 L? (Soal asli tak menyebut jumlah AgCl; di sini diasumsikan 0,010 mol.)

Diketahui: \(K_{sp}(\ce{AgCl}) = 1{,}8\times10^{-10}\), \(K_f[\ce{Ag(CN)2^-}] = 9{,}8\times10^{21}\), \(K_a(\ce{HCN}) = 6{,}2\times10^{-10}\).

Catatan jujur: soal hanya menulis “1,00 L endapan AgCl” tanpa jumlah mol. Kita ambil asumsi yang masuk akal \(n(\ce{AgCl}) = 0{,}010\) mol dalam 1,00 L — satu-satunya nilai yang menghasilkan opsi bulat.

Langkah 1 — Reaksi gabungan dan tetapan \(K\).

\[\ce{AgCl(s) + 2HCN <=> Ag(CN)2^- + Cl^- + 2H^+}\]

\[K = K_{sp}\cdot K_f \cdot K_a^2 = (1{,}8\times10^{-10})(9{,}8\times10^{21})(6{,}2\times10^{-10})^2 = 6{,}78\times10^{-7}\]

Langkah 2 — Susun \(K\) dalam variabel \(s\). Jika \(s\) mol AgCl larut dalam 1,00 L, maka \([\ce{Ag(CN)2^-}] = [\ce{Cl^-}] = s\) dan \([\ce{H+}] = 2s\):

\[K = \frac{(s)(s)(2s)^2}{[\ce{HCN}]^2} = \frac{4s^4}{[\ce{HCN}]^2} \;\Rightarrow\; [\ce{HCN}]_{\text{sisa}} = \frac{2s^2}{\sqrt{K}}\]

Langkah 3 — HCN total = sisa + yang bereaksi (\(2s\)). Dengan \(s = 0{,}010\):

\[[\ce{HCN}]_{\text{sisa}} = \frac{2(0{,}010)^2}{\sqrt{6{,}78\times10^{-7}}} = \frac{2{,}0\times10^{-4}}{8{,}23\times10^{-4}} = 0{,}243 \text{ M}\]

\[n(\ce{HCN}) = 0{,}243 + 2(0{,}010) = 0{,}243 + 0{,}020 = 0{,}263 \approx 0{,}260 \text{ mol}\]

Jawaban: C. 0,260 mol


8.7 Soal 17 — Awal pengendapan \(\ce{BaCrO4}\)

Soal 17 asli

\(K_{sp}\,\ce{BaCrO4}=1{,}2\times10^{-10}\). Volume \(\ce{Na2CrO4}\) \(1{,}5\times10^{-5}\) M minimum yang ditambahkan ke 1,00 L \(\ce{Ba(NO3)2}\) \(1{,}5\times10^{-5}\) M agar mulai mengendap?

Endapan \(\ce{BaCrO4}\) mulai terbentuk ketika hasil kali ion menyamai \(K_{sp}\): \[ Q = [\ce{Ba^{2+}}][\ce{CrO4^{2-}}] = K_{sp} = 1{,}2\times10^{-10}. \]

Langkah 1 — konsentrasi setelah pencampuran. Tambahkan \(V\) liter \(\ce{Na2CrO4}\) ke 1 liter \(\ce{Ba(NO3)2}\). Kedua larutan sama-sama \(1{,}5\times10^{-5}\) M, dan volume total menjadi \((1+V)\) liter: \[ [\ce{Ba^{2+}}] = \frac{1{,}5\times10^{-5}}{1+V}, \qquad [\ce{CrO4^{2-}}] = \frac{1{,}5\times10^{-5}\,V}{1+V}. \]

Langkah 2 — cari nilai \(Q\) terbesar yang mungkin. \[ Q = (1{,}5\times10^{-5})^2\cdot\frac{V}{(1+V)^2}. \] Faktor \(\dfrac{V}{(1+V)^2}\) paling besar saat \(V=1\) (volume sama banyak), dan nilainya \(\tfrac14\). Maka: \[ Q_\text{maks} = (1{,}5\times10^{-5})^2\times\tfrac14 = 5{,}6\times10^{-11}. \]

Langkah 3 — bandingkan dengan \(K_{sp}\). \[ Q_\text{maks} = 5{,}6\times10^{-11} \;<\; K_{sp} = 1{,}2\times10^{-10}. \]

Berapa pun volume \(\ce{Na2CrO4}\) yang ditambahkan, hasil kali ion tidak pernah mencapai \(K_{sp}\) — karena setiap penambahan justru ikut mengencerkan \(\ce{Ba^{2+}}\). Jadi \(\ce{BaCrO4}\) tidak akan mengendap.

Jawaban: E.

💡 Inti: menambah larutan mengencerkan kedua ion sekaligus, sehingga ada batas atas untuk \(Q\). Jika batas itu di bawah \(K_{sp}\), endapan mustahil terbentuk.


8.8 Soal 18 — Oksigen terlarut (metode Winkler)

Soal 18 asli Soal 18 asli

25,0 mL sampel; titrasi butuh 25,0 mL \(\ce{Na2S2O3}\) 0,001 M. Kadar O₂ terlarut?

Ide metode Winkler: setiap molekul \(\ce{O2}\) “diteruskan” lewat rantai reaksi sampai jadi \(\ce{I2}\), lalu \(\ce{I2}\) dititrasi oleh \(\ce{Na2S2O3}\). Kita cukup ikuti perbandingan molnya dari belakang.

Langkah 1 — setarakan tiap reaksi dan catat perbandingannya.

\[ \ce{4Mn(OH)2 + O2 + 2H2O -> 4Mn(OH)3} \qquad \ce{O2}:\ce{Mn^3+} = 1:4 \] \[ \ce{2Mn(OH)3 + 2KI -> I2 + 2Mn(OH)2 + 2KOH} \qquad \ce{Mn^3+}:\ce{I2} = 2:1 \] \[ \ce{2Na2S2O3 + I2 -> Na2S4O6 + 2NaI} \qquad \ce{S2O3^2-}:\ce{I2} = 2:1 \]

Langkah 2 — mol titran (yang diketahui).

\[ n_{\ce{S2O3}} = 0{,}025\ \text{L} \times 0{,}001\ \text{M} = 2{,}5\times10^{-5}\ \text{mol} \]

Langkah 3 — hitung mundur ke \(\ce{O2}\).

\[ n_{\ce{I2}} = \tfrac{1}{2}\,n_{\ce{S2O3}} = 1{,}25\times10^{-5}\ \text{mol} \] \[ n_{\ce{Mn^3+}} = 2\,n_{\ce{I2}} = 2{,}5\times10^{-5}\ \text{mol} \] \[ n_{\ce{O2}} = \tfrac{1}{4}\,n_{\ce{Mn^3+}} = 6{,}25\times10^{-6}\ \text{mol} \]

Langkah 4 — ubah ke mg/L (\(M_r\,\ce{O2}=32\), volume sampel \(0{,}025\) L):

\[ m_{\ce{O2}} = 6{,}25\times10^{-6}\times 32 = 2{,}0\times10^{-4}\ \text{g} = 0{,}20\ \text{mg} \] \[ \text{DO} = \frac{0{,}20\ \text{mg}}{0{,}025\ \text{L}} = 8{,}0\ \text{mg/L} \]

Jawaban: E.


8.9 Soal 19 — Persentase sulfur dalam rambut

Soal 19 asli

Sulfur dari 1,00 g rambut → sulfat → diendapkan jadi \(\ce{BaSO4}\) = 260 mg. % sulfur?

Semua sulfur dalam rambut akhirnya “terkurung” di endapan \(\ce{BaSO4}\). Karena tiap satu molekul \(\ce{BaSO4}\) mengandung tepat satu atom S, maka:

\[ n_\ce{S} = n_\ce{BaSO4} \]

Langkah 1 — mol \(\ce{BaSO4}\). Massa endapan \(260\ \text{mg} = 0{,}260\ \text{g}\), dengan \(M_r\,\ce{BaSO4} = 137{,}3 + 32{,}1 + 4(16) = 233{,}4\):

\[ n_\ce{BaSO4} = \frac{0{,}260}{233{,}4} = 1{,}114\times10^{-3}\ \text{mol} \]

Langkah 2 — massa S. Karena \(n_\ce{S} = n_\ce{BaSO4}\):

\[ m_\ce{S} = 1{,}114\times10^{-3}\times32{,}1 = 0{,}0358\ \text{g} \]

Langkah 3 — persentase terhadap sampel 1,00 g.

\[ \%\,\ce{S} = \frac{0{,}0358}{1{,}00}\times100\% \approx 3{,}6\% \]

Data \(50\ \text{mL}\ \ce{BaCl2}\) hanya memastikan semua sulfat mengendap, jadi tidak ikut dihitung. Hasil \(\approx 3{,}6\%\) paling dekat dengan B (3,65%).

Jawaban: B.


8.10 Soal 20 — Le Chatelier (menambah \(\ce{NO2}\))

Soal 20 asli Soal 20 asli Soal 20 asli

\(\ce{4NH3(g) + 7O2(g) <=> 4NO2(g) + 6H2O(g)}\), eksoterm. Perubahan yang menambah \(\ce{NO2}\)?

Reaksi: \(\ce{4NH3(g) + 7O2(g) <=> 4NO2(g) + 6H2O(g)}\), eksoterm. Kita cari perubahan yang menambah \(\ce{NO2}\) (geser ke kanan). Pakai Asas Le Chatelier.

Cek tiap opsi:

  • A — naikkan suhu: reaksi eksoterm, jadi panas “produk”. Menaikkan suhu menggeser ke kiri\(\ce{NO2}\) malah berkurang. Bukan jawaban.
  • B — tambah gas Ne: gas inert pada volume tetap tidak mengubah tekanan parsial zat reaksi → kesetimbangan tidak bergeser.
  • C — tambah \(\ce{H2O}\): menambah produk → geser ke kiri\(\ce{NO2}\) berkurang.
  • E — tambah \(\ce{HCl}\): \(\ce{HCl}\) tidak ikut reaksi → tak ada efek.
  • D — perkecil volume: tekanan naik, kesetimbangan geser ke sisi dengan mol gas lebih sedikit. Hitung mol gas tiap sisi:

\[\text{kiri} = 4 + 7 = 11 \quad\text{vs}\quad \text{kanan} = 4 + 6 = 10.\]

Sisi kanan lebih sedikit (10 < 11), jadi geser ke kanan\(\ce{NO2}\) bertambah. ✔

Jawaban: D — menurunkan volume wadah reaksi.

Ingat dua kunci: (1) reaksi eksoterm, naik suhu → geser ke kiri; (2) perkecil volume → geser ke sisi mol gas lebih sedikit.